Terlihat korban yang mencoba bunuh diri tengah dibujuk Bhabinkamtibmas Kelurahan Bareng, yakni Bripka Lucky agar mengurungkan aksinya. (Foto: Istimewa)
Terlihat korban yang mencoba bunuh diri tengah dibujuk Bhabinkamtibmas Kelurahan Bareng, yakni Bripka Lucky agar mengurungkan aksinya. (Foto: Istimewa)

Adegan heroik seorang petugas yang menyelamatkan warga sipil dari bahaya mengancam nyawa, tak hanya ada dalam film saja. Dalam dunia nyata, sosok superhero itu ada.

Seperti aksi anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Bareng, Polsekta Klojen, Polresta Malang Kota yang menjelma sebagai sosok superhero.

Anggota Bhabinkamtibmas yang bernama Bripka Lucky Rahadianto itu berhasil menggagalkan aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang laki-laki bernama Beril Cholig Arohman (22), warga Dusun Botoh, Desa Petungrejo, Kecamatan Ngubtoro, Kabupaten Magetan.

Saat itu, layaknya jagoan, anggota Bhabinkamtibmas dengan sigap bisa segera mengambil pisau yang dipegang korban yang melakukan percobaan bunuh diri. Kejadian tersebut sempat terekam oleh kamera video warga.

Dihubungi wartawan media ini (8/2/2020), Lucky sapaan akrab anggota Bhabinkamtibmas tersebut menjelaskan, jika dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari warga.

Sebelum ia datang, di lokasi telah banyak warga yang mencoba membujuk korban agar tidak melakukan aksinya tersebut.

Sebelumnya, warga sudah sempat masuk dan mengetahui jika korban dalam kondisi pingsan. Namun setelah sadar, korban justru mengamuk kepada warga.

Upaya warga menenangkan korban saat itu justru mendapat perlawanan dari korban dengan melempar kursi dan menendang meja. 

Selain itu, korban juga sempat mengacungkan pisau yang ia pegang ke arah warga sehingga warga akhirnya keluar kamar. Sementara korban kembali mengunci pintu.

"Saat saya datang pintu dalam keadaan terkunci. Sehingga karena berpacu dengan waktu, takut nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, akhirnya saya minta izin sama petugas buat mendobrak pintu itu," terangnya. 

"Berhasil saya dobrak, saya langsung masuk. Korban sudah memegang pisau, bahkan sempat menodongkan pisau itu ke saya," jelasnya.

 https://www.youtube.com/embed/59zml6uMJ8s

Kemudian, Lucky terus berupaya keras untuk membujuk korban agar tidak melakukan aksi bunuh diri tersebut. 

Ia mengatakan kepada korban jika perbuatannya tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuat masalah baru.

 

Saat itu, korban juga sudah berupaya untuk mengiris tangan kirinya dengan pisau yang ia pegang. 

Namun beruntung, pisau tersebut tidak melukai korban cukup parah karena diduga tidak terlalu tajam.

"Saya terus bujuk dia, awalnya tetap bersikeras, kemudian saya bilang, ya sudah terserah sampean, semua kembali sama sampean, saya tak pergi. Ketika saya bilang seperti itu, dia kemudian luluh dan mulai melepas pisau dari tangannya dan diletakkan di kasur," bebernya.

Setelah posisi pisau jauh dari posisi tangan yang akan disayat korban, akhirnya Lucky kemudian melihat hal itu sebagai kesempatan untuk mengamankan pisau dari korban.

"Ada kesempatan saya langsung berusaha untuk merebut dan mengamankan pisau itu. Sebelumnya saya juga sempat berfikir bisa saja waktu itu tiba-tiba dia berdiri menusuk saya, sehingga saya juga sempat berfikir dua kali untuk mendekat," urainya. 

Meski diancam menggunakan pisau, Lucky melihat kesempatan untuk merebut pisau. "Namun saya melihat ketika itu, dia menangis sembari sempat memejamkan mata, lantas saya manfaatkan kesempatan itu untuk merebut pisaunya," jelasnya.

Setelah pisau direbut dan diamankan, lantas petugas dari medis maupun warga segera masuk dan sempat memberikan pertolongan kepada korban untuk segera dievakuasi ke RS Lavallete.

Di sekitar kamar korban, juga ditemukan rekam medis yang menyebutkan jika korban memang menderita sakit gagal ginjal.

"Diduga korban ini depresi dengan riwayat sakit gagal ginjal yang ia derita. Keluarganya juga sudah saya hubungi, agar segera datang ke Malang," katanya.

Lebih lanjut Lucky mengatakan, sebagai manusia biasa, yang kebetulan menjadi seorang polisi, ia merasa lega bisa mengabdi dan memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat.

"Sebagai manusia, ya niatnya menolong dengan ikhlas, nggak ada maksud apa-apa ingin terkenal atau apalah. Apalagi saya seorang polisi, melihat ada orang yang ingin bunuh diri, ketika saya hanya diam tanpa melakukan apa-apa kan sangat ironis. Ya intinya semua karena rasa sebagai manusia ciptaan tuhan yang harus saling tolong menolong," pungkasnya.

Atas aksi heroik itu, Lucky pun disebut-sebut superhero oleh warga. Pasalnya, keberanian Lucky mampu menyelamatkan nyawa Berill. Dia juga membahayakan nyawanya sendiri ketika menghadapi ancaman pisau.