Ilustrasi masker bedah dan masker N-95 yabg diperuntukkan bagi tenaga medis di seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi masker bedah dan masker N-95 yabg diperuntukkan bagi tenaga medis di seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)

Pemerintah berupaya mengantisipasi kelangkaan alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. 

Mulai hari ini, Minggu (22/3/2020) masker bedah dan masker N-95 siap didistribusikan ke tenaga medis yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk mekanisme pembagiannya, Kementrian Kesehatan RI akan mengacu pada sistem yang telah disepakati bersama.

"Untuk distribusi (masker) kita tetap mengacu pada sistem, mendorong Dinas Kesehatan Provinsi dan silahkan end user rumah sakit, klinik yang membutuhkan ini (masker) dapat mengajukan ke Dinas Kesehatan Provinsi," jelas juru bicara Presiden untuk masalah virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto.

Pihak Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan juga terus berupaya untuk menanggulangi penyakit yang diakibatkan oleh virus Corona ini.

"Tujuan kita sama, yaitu pasien kita sehat. Ini yang menjadi kunci kita. Komitmen kita sudah kuat," terang Achmad Yurianto. 

Pemerintah Indonesia mengumumkan secara resmi akan menyiapkan masker bedah dan masker N95 yang diperuntukkan bagi tenaga mesis di seluruh Indonesia.

Untuk jumlah masing-masing masker, Achmad Yurianto mengatakan, bahwa telah disiapkan masker untuk tenaga medis dengan jumlah yang banyak. 

"Kemenkes (Kementrian Kesehatan) sudah menyiapkan masker bedah sebanyak 12 juta lebih, kemudian masker N-95 lebih dari 81 ribu,"Ucapnya saat siaran pers di kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Jakarta pada hari Sabtu (21/3/2020).

Harapan dari banyak pihak, agar masker bedah dan masker N-95 yang jumlahnya sangat banyak sekali, dapat memenuhi kebutuhan tenaga medis yang ada di seluruh Indonesia.