Ilistrasi virus Corona dan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD. (Foto: istimewa)
Ilistrasi virus Corona dan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD. (Foto: istimewa)

Semua negara di dunia, termasuk Indonesia dilanda kewaspadaan dengan penyebaran Covid-19. Namun, seiring dengan kemunculan virus ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menghantui.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga awal Maret 2020, DBD telah menginfeksi 17.820 warga dan membunuh 104 orang. Artinya, penyakit yang setiap tahun selalu muncul ini juga tak bisa dianggap remeh.

Di Kota Malang, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat jumlah kasus DBD sendiri hingga awal maret ada sekitar 30. Jumlah ini relatif jauh lebih kecil dibanding tahun 2019 yang di awal Januari sudah mencapai 52 kasus.

Lalu, benarkah jika DBD lebih berbahaya dibandingkan Covid-19?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan pada dasarnya semua penyakit harus diwaspadai. Meskipun, angka kematian dari Covid-19 memang terbilang relatif lebih kecil dibandingkan DBD.

"Semua kasus (Covid-19, DBD dan penyakit lainnya) harus diantisipasi dan harus dicegah supaya tidak berlanjut. Sakit apapun juga, karena kalau sakit tidak di tata laksana dengan baik tetap akan menjadi parah," jelasnya.

Dijelaskannya, seseorang akan sehat jika daya tahan tubuhnya bagus. Karenanya, tidak bisa serta merta menyepelekan suatu penyakit. Terlebih, jika ada penyakit yang cukup berisiko seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kencing manis dan lainnya.

"Yang terpenting daya tahan tubuhnya harus bagus. Kemudia, kelola kalau ada penyakit yang sudah menyertai. Misalnya hipertensi, tekanan darah tinggi, kencing manis, diabetes. Sehingga apabila ada sesuatu seperti flu, batuk, pilek, itu biasa tidak menjadi lebih parah," imbuhnya.

Lebih lanjut, kepanikan yang timbul dimasyarakat memang harus diredam. Tetapi, tetap meningkatkan kewaspadaan diri dalam menjaga kesehatan. Sebab, Covid-19 bisa disembuhkan apabila daya tahan tubuh seseorang itu baik. Selama imunitas bagus, maka virus tidak dapat berkembang di tubuh manusia.

"Covid-19 itu penyebabnya virus, dan itu tergantung daya tahan tubuh yang menerima. Kalau daya tahan tubuhnya bagus, virus tidak akan bisa berkembang dan tidak akan menimbulkan gejala. Sejauh ini, virus memang tidak ada obat yang spesifik. Yang terpenting jaga daya tahan tubuh, dan kalau ada penyakit yang menyertai lainnya dikelola dengan baik," tandasnya.